LAZIS IDC LAZIS IDC Author
Title: Sistem Pendidikan Islam Membidani Lahirnya Generasi Pemimpin
Author: LAZIS IDC
Rating 5 of 5 Des:
Sarlina (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton) Kita tahu betapa sebuah sistem pendidikan sangat mempengaruhi output yang kelak dih...

Sarlina
(Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton)
Kita tahu betapa sebuah sistem pendidikan sangat mempengaruhi output yang kelak dihasilkannya. Setiap negara pasti menaruh harapan yang besar pada sektor pendidikan dan perangkatnya. Karena dari sanalah akan lahir generasi penerus yang akan memegang ranah kepemimpinan bangsanya. Olehnya dunia pendidikan harus sesuai dengan visi ideologi negaranya. Dunia kerjapun demikian.
Sudah sepantasnya, kaum muslim menengok sejenak kebelakang (baca: sejarah), bagaimana saat Islam diterapkan secara kaffah, dimana tidak ada aturan yang diterapkan kecuali bersumber dari Islam, 1300 tahun lamanya cukup menjadi bukti rentan waktu bahwa Islam pernah menguasai peradaban, khususnya diaspek pendidikan dunia. Sehingga tidak ada salahnya pula jika kita mengambil pelajaran sekaligus menerapkan kembali sistem paripurnanya pada kehidupan sekarang. Sistem pendidikan Islam telah berhasil membidani lahirnya generasi emas  yang visioner, yakni menjalankan apa yang menjadi visi negaranya, dan tak lain ialah yang telah tercatat dalam al Qur’an “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…..” [TQS. Ali Imran: 110]. Itulah cita-cita besar negara Islam.
Visi yang mulia, didukung oleh sistem yang benar-benar membentuk umat-umat terdidik telah meng-Outputkan sebuah hasil yang sungguh luar biasa, yakni generasi yang berkepribadian Islami, dimana pola pikir dan pola sikapnya mau tunduk pada seluruh aturan Islam. Keta’atan pada Allah swt, terpancar dalam setiap aktifitas kesehariannya, melayakkan diri sebagai generasi pemimpin yang bertakwa. Sebagaimana Imam Syafi’i pernah mengungkapkan “Sesungguhnya seorang remaja itu dinilai dari ilmu dan ketakwaannya.” Itulah karakter generasi muda muslim pada saat itu.
Negara Islam sungguh sangat peduli pada kebutuhan pendidikan umatnya. Segala fasilitas baik secara kuantitas maupun kualitasnya sangat diperhatikan. Namun, ada tiga hal yang juga dibutuhkan untuk mendukung lahirnya generasi bermental pemimpin, dan semua tidak lepas dari pantauan negara, yakni : 
  1. Kurikulum, mulai dari pendidikan dasar yakni penanaman aqidah/ideologi Islam dan dorongan menyebarkannya (dakwah), Pembentukan sikap mental umum yang dibutuhkan dalam implementasi kebijakan  poleksosbudhankam  negara, serta pembentukan dasar penguasaan ilmu dan teknologi. Dilanjutkan di pendidikan menengah yakni Pengokohan aqidah/ ideologi Islam dan kemampuan menyebarkan, Pengokohan sikap mental umum, dan membangun sikap profesional profesi tertentu, Pengembangan  ilmu  dan  aplikasi umum (10-14 th), serta skill profesi tertentu (15-18 th). Kemudian pendidikan tinggi yakni Pengokohan visi ideologi dan peningkatan kemampuan penyebaran, Pengokohan sikap mental umum dan peningkatan sikap profesional profesi tertentu serta Pengembangan ilmu dan peningkatan  skill khusus profesi.
  2. Orang tua juga harus memiliki kepribadian Islam, orang tua adalah orang pertama yang akan dicontoh oleh anak, orang tua harus bisa memahami potensi anak, memahami perkembangan anak berdasarkan usia, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap proses pembelajaran anak terutama di usia pra-baligh, memberikan perhatian yang utuh terhadap perkembangan anak, memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak, senantiasa memuliakan anak, memahami arah dan target pendidikan anak berdasarkan level usia, siap menjadi guru pertama dan utama bagi anak-anaknya.
  3. Guru yang memiliki kerpibadian Islam, guru akan menjadi model bagi peserta didiknya, seorang guru juga harus bisa memahami potensi anak, memahami perkembangan anak berdasarkan usia, memahami arah dan target pembelajaran anak berdasarkan level berfikir (usia), menguasai metode pembelajaran untuk menjadi rujukan perilakunya, kreatif dan inovatif dalam teknik pembelajaran sehingga peserta didik menjadi senang belajar dan tanpa beban. Negara juga sangat peduli terhadap para guru, bagaimana Khalifah Umar bin Khattab dulu menggaji guru TK sebesar 15 dinar setara 26 juta rupiah.
  4. Dimana kebijakan dari negara berupa pendidikan bebas biaya, jaminan sarana dan prasarana pendidikan sesuai kebutuhan realisasi visi khoiru ummah, penetapan kurikulum standar dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, serta penetapan standar guru dan jaminan kesejahteraan guru. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: "Seorang Imam (khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya." (HR.Bukhari dan Muslim).
Demikianlah cara khilafah (negara Islam) dalam merancang pendidikannya. Karena pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok seluruh rakyat yang harus dipenuhi oleh negara melalui pengajaran ilmu pengetahuan yang diperlukan oleh setiap individu dalam setiap bidang kehidupan. Sehingga lahirlah para generasi yang bermental pemimpin, yang kelak siap memegang estafet kepemerintahan negaranya. WaAllahu a’lamu bishowab.
Sumber: http://dakwahkendari.com/detailpost/sistem-pendidikan-islam-membidani-lahirnya-generasi-pemimpin

Sekilas Tentang Kami

Advertisement

 
Top