RAWA BEBEK, Infaq Dakwah Center (IDC) – Malang betul nasib Sofia Putri ini. Saat bertarung nyawa antara hidup dan mati menghadapi penyakit hydrocephalus (hidrosefalus), bocah balita berusia 1,5 tahun ini tak didampingi kedua orang tuanya.
Hydrocephalus adalah kelainan
berupa akumulasi cairan bening yang berlebihan dalam otak, yang
berakibat pada pelebaran yang abnormal di ruang-ruang dalam otak.
Akibatnya, kepala Sofia terus membesar lebih besar daripada tubuhnya,
sehingga ia hanya bisa terbaring di tempat tidur tanpa bisa menggerakkan
tubuhnya. Karena pembesaran kepalanya sudah melampaui batas, kepala
Sofia sudah dua kali dioperasi bedah.
Sang ayah tak bertanggungjawab, kabur
tanpa kabar apapun saat Sofia masih di dalam kandungan ibunya. Enam
bulan setelah dilahirkan ke dunia, sang ibu menyusul meninggalkan Sofia
entah ke mana. Konon sang ibu yang baru berusia 18 tahun itu mencoba
mengadu nasib ke luar kota untuk mengais rezeki agar bisa menafkahi
biaya pengobatan Sofia. Namun sampai berita ini ditulis, ia belum bisa
pulang dengan alasan penghasilan sebagai pelayan rumah makan hanya
pas-pasan untuk biaya hidup, tak bisa disisihkan untuk menafkahi sang
buah hati.
Maka sejak September 2016 itu Sofia
diasuh Bu Ningsih (46), sang nenek di rumah kontrakan dalam kondisi
ekonomi yang serba kekurangan. Lengkaplah sudah penderitaan Sofia..!!!
Mulanya, Sofia lahir dalam keadaan
normal pada Oktober 2015, seperti bayi lain pada umumnya. Tapi beberapa
bulan setelah lahir, kepalanya terus membesar tak sesuai dengan
perkembangan tubuhnya.
“Waktu lahir cucu saya ini normal seperi
bayi biasa, tapi lama-lama kepalanya keliatan makin membesar,” ujar Bu
Ningsih kepada Relawan IDC, Ahad siang (12/03/2017) di rumah kontrakan
petak Kampung Rawa Bebek Bekasi, Jawa Barat.
Sebagai nenek, ia sangat prihatin dengan
ujian penyakit cucunya. Ia tak bisa membayangkan betapa berat penyakit
itu, bila dipikul oleh seorang balita tak berdaya. Dalam usia 8 bulan,
kepala Sofia sudah dua kali dioperasi bedah di Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Kepalanya ditanami selang untuk membuang
cairan otak supaya kepala tidak terus membesar.
Meski biaya operasi gratis ditanggung
BPJS, tapi pengobatan Sofia tidak berlanjut karena sang nenek terbentur
biaya transport dan hal-hal lain yang tidak ditanggung BPJS. Transport
rutin tiga kali sepekan dari Bekasi ke RSCM Jakarta, sangat memberatkan
baginya.
“Sofia udah pernah operasi dua kali.
Yang pertama waktu umur dua bulan, dan yang kedua umur delapan bulan.
Tapi karena gak ada biaya lagi untuk bolak-balik ke RSCM akhirnya
berhenti, kan seminggu itu tiga kali kontrol, senin, rabu & jum’at,
akhirnya sampai sekarang sudah tujuh bulan stop gak pernah periksa lagi
ke rumah sakit, sampai lubang selang di kepalanya tertutup rapat lagi,”
jelasnya.
Kondisi Sofia di kontrakan petak itu
memang sangat memprihatinkan. Eddy Suhedi (48) sang kakek yang menjadi
tulang punggung keluarga, hanyalah seorang pekerja serabutan dengan
penghasilan yang tidak menentu. Jangankan untuk biaya berobat, untuk
makan sehari-hari saja sangat kesulitan. Belum lagi membayar sewa
kontrakan 600.000 perbulan yang kerap terlambat.
Setelah menyerahkan bantuan tunai tahap
awal sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), Relawan IDC
berbincang-bincang dengan Ummu Fadlan (35), sang tetangga yang sejak
awal merasa iba saat melihat keadaan Sofia. Ia sangat berterimakasih
kepada Relawan IDC yang sudah meluangkan waktu untuk membantu
meringankan beban hidupnya.
“Jazakumullah khairan katsiran, semoga
Allah membalas kebaikan para donatur beserta para relawan IDC semuanya.
Gerak cepat tanpa tidak banyak bicara, salut saya. Mudah-mudahan
bantuannya gak sampai disini ya, karena kita butuh biaya operasional dan
jangka waktu yang lama,” harapnya.
Ia berharap IDC bisa terus membantu biaya hidup dan pengobatan hidrosefalus balita Sofia Putri sampai tuntas.
“Alhamdulillah kebutuhan susu dan
makanan sehari-hari untuk sementara dapat terpenuhi dari solidaritas
teman-teman, kerabat dan tetangga di sekitar sini. Tetapi masih
membutuhkan banyak biaya supaya Sofia bisa melanjutkan pengobatan ke
RSCM sampai tuntas,” tuturnya.
INFAQ DARURAT PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM
Saat ini kebutuhan mendesak Sofia Putri
adalah susu, pampers, makanan sehari-hari, biaya transport ke rumah
sakit, dan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS. Total biaya keperluan
hidup dan pengobatan perbulan mencapai Rp 2.500.000 (dua juta lima
ratus ribu rupiah).
Ujian berat yang diderita ananda Sofia
Putri adalah beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat
satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya
otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.
مَثَلُ
الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ
الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ
بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.
“Perumpamaan kaum mukminin dalam
cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh.
Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya
yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).
Infaq untuk membantu meringankan musibah
sesama muslim insya Allah akan mengantarkan menjadi pribadi beruntung
yang berhak mendapat kemudahan dan pertolongan Allah Ta’ala. Rasulullah
SAW bersabda:
مَنْ
نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله
عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ, و مَنْ يَسَّرَ عَلَى
مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ, و مَن سَتَرَ
مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ, و الله في عَونِ
العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ
“Barangsiapa menghilangkan kesulitan
seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada
hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan,
maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah
senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa
membantu saudaranya...” (HR Muslim).
Donasi untuk membantu Sofia Putri bisa disalurkan melalui program Infaq Darurat ke rekening IDC:
- Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
- Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
- Bank Mandiri Syar’iah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
- Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
- Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
- Bank CIMB Niaga, No.Rek: 675.0100.407.006 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
- Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)
CATATAN:
- Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.
- Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: www.infaqdakwahcenter.com.
- Bila biaya pengobatan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
- Info: 08122.700020.
- PIN BBM: IDCPUSAT; BBM Channel: C00354681.
