Membaca telah
lama dikenal sebagai salah satu media hiburan. Tidak hanya itu, para peneliti
percaya bahwa hal itu juga bisa membantu mengobati nyeri kroni bagi jutaan
orang.
Ilmuwan
mengklaim, teratur membaca buku sastra ternyata memiliki efek pada otak sebagai
terapi prilaku kognitif populer atau Cognitive Behavioural Theraphy (CBT).
Dengan membaca buku dapat membantu pembaca yang diganggu oleh rasa tidak nyaman
untuk melupakan rasa sakit.
Peneliti dari
University of Liverpool menilai dampak dari membaca di berbagai kelompok.
Peneliti membandingkan mereka yang menikmati sastra sebagai bacaan untuk
menjalani CBT.
Peneliti
menemukan, berbagi membaca memungkinkan mereka untuk mengingat kenangan positif
dari waktu mereka sebelum menderita sakit. Hal ini karena mendorong otak untuk
mengirim hal baru, pesan bebas rasa sakit kembali ke tubuh, menurut penelitian
yang diterbitkan dalam BMJ Journal for Medical Humanities.
Sementara CBT
memungkinkan peserta untuk bertukar sejarah pribadi hidup dengan rasa sakit
kronis, yang memungkinkan mereka menerima bantuan mengatasi sakit.
"Studi kami
menunjukkan bahwa membaca bersama berpotensi menjadi alternatif untuk CBT dalam
membawa mereka ke daerah-daerah kesadaran dari rasa sakit emosional yang
diderita oleh pasien sakit kronis,” ujar penulis studi Dr Josie Billington,
seperti dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (7/3/2017).
Analisis datang
tak lama setelah terungkap bahwa orang lebih mungkin untuk menderita sakit
kronis jika mereka tidak punya gelar sarjana.
Peneliti dari
University of Buffalo meneliti lebih dari 19.000 peserta yang berusia di atas
51 tahun. Selain temuan awal mereka, peneliti menemukan bahwa semakin banyak
orang yang menunjukkan gejala sakit daripada sebelumnya.
Peneliti juga
menemukan bahwa orang dengan pendidikan rendah, 80 persen lebih mungkin untuk
mengalami sakit kronis dibandingkan orang dengan pendidikan tinggi.
Sumber: http://www.netralnews.com/news/kesehatan/read/60257/baca.buku.dapat.kurangi.sakit.kronis
