TELUKJAMBE
TIMUR, RAKA – Reza Hidayah Putra nama bayi malang ini. Penyakit hydrocephallus
sudah lama menggerotinya hingga usianya satu tahun saat ini. Reza terpaksa
terbaring di dipan dalam rumahnya sejak sembilan bulan terakhir.
Kini kondisi
anak kedua Andi Suwandi (Satpam Blok S) dan Castinah (IRT), Senin (6/3),
tidak lagi dapat menerima perawatan karena keadaan ekonomi keluarga
memprihatinkan. “Dulu sudah pernah operasi satu kali di Cirebon dan terakhir
kontrol di bulan Juni ditahun yang lalu juga, cuman karena biaya tidak ada
terpaksa kami tidak mampu membawa anak saya yang mengidap penyakit
Hydrocephallus harus dirawat dirumah seadanya,” terang Andi Suwandi,Satpam Blok
S Perumnas.
Dia melanjutkan,
jangankan untuk biaya berobat, dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari pun
begitu sulit agar dapat terkecukup. Sehingga hal tersebut terpaksa mengharuskan
pengobatan anaknya meski terhenti dan terus terbaring di kediamannya. “Karena
keterbatasan biaya, terpaksa Reza sampai sekarang belum mendapatkan perawatan
dan kontrol kembali,” katanya.
Meski sempat
dilakukan perawatan ditahun lalu, namun kondisi anaknya yang menderita penyakit
tersebut tidak kunjung baik. Malah kondisi kesehatannya kian memprihatinkan.
“Kondisinya tidak ada perubahan, emang seharusnya saya memeriksa kembali ke
rumah sakit,” ucapnya.
Dia berharap,
agar kesulitan anaknya dapat diringankan dengan berbagai bantuan yang
diberikan. Karena saat ini perawatan Reza yang merupakan anak keduanya itu,
masih dilakukan dirumah dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak. “Memang
rumah kontrakan yang saya huni jauh dari kondisi nyaman untuk ditinggali
Reza dan keluarga,” jelasnya.
Castimah Ibunda
Reza Hidayah Putra anak keduanya yang menderita penyakit Hydrocephallus sejak
lahir tersebut, menurutnya, sangat tidak tega saat anaknya yang seharusnya
mendapatkan perawatan dengan maksimal, akan tetapi, kondisi ekonomi yang
terbatas sehingga tidak mampu membawa anaknya berobat. “Batin saya pengen
rasanya menangis, liat anak dari sejak lahir harus menderita penyakit, semoga
saja ada bantuan dari pihak manapun untuk membantu meringankan biaya perawatan
anak saya, biar dia bisa diperiksa lagi nantinya, karena pengen sekali liat
anak saya sembuh,” pungkasnya. (yfn)
Sumber: http://www.radar-karawang.com/2017/03/penderita-hydrocephallus-ditemukan.html
