LAZIS IDC LAZIS IDC Author
Title: Bayi Penderita Hydrocephallus di Karawang Butuh Uluran Tangan
Author: LAZIS IDC
Rating 5 of 5 Des:
TELUKJAMBE TIMUR, RAKA – Reza Hidayah Putra nama bayi malang ini. Penyakit hydrocephallus sudah lama menggerotinya hingga usianya sat...


TELUKJAMBE TIMUR, RAKA – Reza Hidayah Putra nama bayi malang ini. Penyakit hydrocephallus sudah lama menggerotinya hingga usianya satu tahun saat ini. Reza terpaksa terbaring di dipan dalam rumahnya sejak sembilan bulan terakhir.

Kini kondisi anak kedua Andi Suwandi (Satpam Blok S) dan Castinah (IRT), Senin (6/3),  tidak lagi dapat menerima perawatan karena keadaan ekonomi keluarga memprihatinkan. “Dulu sudah pernah operasi satu kali di Cirebon dan terakhir kontrol di bulan Juni ditahun yang lalu juga, cuman karena biaya tidak ada terpaksa kami tidak mampu membawa anak saya yang mengidap penyakit Hydrocephallus harus dirawat dirumah seadanya,” terang Andi Suwandi,Satpam Blok S Perumnas.

Dia melanjutkan, jangankan untuk biaya berobat, dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari pun begitu sulit agar dapat terkecukup. Sehingga hal tersebut terpaksa mengharuskan pengobatan anaknya meski terhenti dan terus terbaring di kediamannya. “Karena keterbatasan biaya, terpaksa Reza sampai sekarang belum mendapatkan perawatan dan kontrol kembali,” katanya.

Meski sempat dilakukan perawatan ditahun lalu, namun kondisi anaknya yang menderita penyakit tersebut tidak kunjung baik. Malah kondisi kesehatannya kian memprihatinkan. “Kondisinya tidak ada perubahan, emang seharusnya saya memeriksa kembali ke rumah sakit,” ucapnya.

Dia berharap, agar kesulitan anaknya dapat diringankan dengan berbagai bantuan yang diberikan. Karena saat ini perawatan Reza yang merupakan anak keduanya itu, masih dilakukan dirumah dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak. “Memang  rumah kontrakan yang saya huni jauh dari kondisi nyaman untuk ditinggali Reza dan keluarga,” jelasnya.

Castimah Ibunda Reza Hidayah Putra anak keduanya yang menderita penyakit Hydrocephallus sejak lahir tersebut, menurutnya, sangat tidak tega saat anaknya yang seharusnya mendapatkan perawatan dengan maksimal, akan tetapi, kondisi ekonomi yang terbatas sehingga tidak mampu membawa anaknya berobat. “Batin saya pengen rasanya menangis, liat anak dari sejak lahir harus menderita penyakit, semoga saja ada bantuan dari pihak manapun untuk membantu meringankan biaya perawatan anak saya, biar dia bisa diperiksa lagi nantinya, karena pengen sekali liat anak saya sembuh,” pungkasnya. (yfn)

Sumber: http://www.radar-karawang.com/2017/03/penderita-hydrocephallus-ditemukan.html

Sekilas Tentang Kami

Advertisement

 
Top