Sungguh miris nasib gadis Pangandaran berumur 18 tahun ini. Gadis
manis nan cantik tersebut harus pasrah berbaring lemas di tempat tidur,
karena sudah tidak mampu lagi untuk beraktivitas layaknya remaja
seusianya.
Namanya Tri Wahyuni, anak pasangan Herman dan Tini, warga RT 02 RT 03
Dusun Tarikolot, Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih. Gadis ini divonis
dokter mengidap penyakit diabetes level tinggi, sehingga membuat badanya
kurus dan hanya tinggal kulit pembalut tulang.
Dikatakan ayah Tri Wahyuni, Herman, anaknya sudah sakit sejak kelas 3
SMP. Bahkan, sempat lulus sekolah. Tetapi kesehatanya terus menurun,
badanya mulai kurus sejak tiga bulan yang lalu, ini pun diperparah
dengan tidak bisanya jalan karena kakinya tidak bisa menopang tubuhnya
karena lemas.
Sebelumnya kata Herman, anaknya itu pernah dirawat di Rumah Sakit
Banjar dan Banyumas. Namun alasan ekonomilah yang selalu menjadi
penyebab kenapa kedua orang tuanya untuk tidak meneruskan pengobatan
anaknya.
“Sempat dirawat di RSUD Banjar juga ke Banyumas, namun tetap tidak
sembuh. Kata dokter, anak saya menderita diabetes,” ungkapnya, Jumat
(11/11/2016).
Sementara Ibu Tri Wahyuni, Tini, tak hentinya dia merawat anaknya
yang terbaring lemas. Kasih seorang ibu pun dimunculkan saat dia terus
mengusap rambut dan seraya berkata motivasi untuk tetap sabar.
Tini mengaku bingung dan pasrah. Karena saat ini dia sudah tidak
memiliki lagi biaya untuk mengobati buah hatinya. Sebagai seorang ibu,
ia menginginkan anaknya sembuh sediakala dan melanjutkan sekolah.
“Kami harap ada yang bisa membantu pengobatan anak kami. Kami hanya
bisa pasrah merundungi nasib malang anak kami,” kata Tini dengan suara
terbata-bata.
Sumber: http://fokusjabar.com/2016/11/11/gadis-cantik-pangandaran-butuh-uluran-tangan/
