Kebakaran hebat melanda beberapa kawasan di Israel hingga hari kamis
(24/11/2016), Ratusan tim pemadam kebakaran telah dikerahkan akan tetapi
api belum dapat dipadamkan. Sementara itu, menteri utama pemerintahan
Israel menduga sebagian api tersebut berasal dari pembakaran yang
disengaja.
Kebakaran terjadi pada senin malam (21/11/2016) satu pekan setelah
Israel menindas umat islam dengan mengajukan larangan untuk mengeraskan
suara Adzan, Satu skuadron pesawat Israel pun telah dikerahkan dengan
menjatuhkan bahan kimia pemadam api, namun hingga saat usaha pemadaman
masih gagal.
Reuters melaporkan, kurangnya curah hujan ditambah udara kering dan
angin kencang membuat api menyebar cepat di bagian tengah dan utara
Israel serta sebagian wilayah Tepi Barat. Sejumlah rumah rusak dan
hancur meski belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun cedera.
Juru bicara kepolisian Micky Rosenfel belum bisa menyimpulkan apakah
kebakaran yang terjadi disebabkan aksi sengaja atau bukan. Namun,
kepolisian menangkap empat orang pada Rabu (23/11/2016) karena diduga
sengaja menyalakan api dan akan mulai menjalani proses peradilan.
Jalan 433 yang menghubungkan Yerusalem dengan Tel Aviv melalui Tepi
Barat ditutup pada Kamis pagi karena api mulai menjalar ke kota
Modi’in. Juru bicara kepolisian menerangkan, masih ada empat titik
kebakaran besar yang harus segera ditangani.
Kebakaran ini juga menghanguskan sebuah pangkalan militer Israel,
Yair Naweh di wilayah yang dahulu dimiliki Palestina. sehingga
menyebabkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus meminta
bantuan dari negara-negara Eropa untuk mengirimkan pesawat dalam
memadamkan api.
Sebelumnya, kebakaran hutan skala besar telah terjadi di negara
Zionis Israel pada 2010 di wilayah yang sama dan menewaskan 42
orang.(AM/banadiq)
