Dosa dan Ketaatan Dapat Menentukan Seseorang Bahagia atau Binasa
Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah. Ia berkata:
أن الله -سبحانه- إذا أراد بعبده خيرا أنساه رأية طاعته ورفعها من قلبه ولسانه، فإذا ابتلي بالذنب جعله نصب عينيه ونسي طاعته وجعل همه كله بذنبه فلا يزال ذنبه أمامه إن قام أو قعد أو غدا أو راح فيكون هذا عين الرحمة في حقه
Bahwasanya jika Allah subhanahu wata'ala menginginkan kebaikan pada hamba-Nya, Dia akan membuat hamba itu lupa pada pandangan ketaatan pada-Nya, lalu mengangkat itu dari hati dan lisannya.
Hingga apabila hamba itu telah diuji dengan satu dosa, ia akan menjadikan dosa itu selalu berada di pelupuk matanya, ia melupakan semua ketaatannya (karena mengira dirinya akan binasa-pent), lalu ia menjadi sedih karena dosa yang ia lakukan itu.
Akhirnya, ia terus memikirkan dosanya itu, serasa dosa itu selalu berada di hadapannya, apabila ia berdiri, duduk, pulang ataupun pergi. Karena itu hal inilah yang menjadi rahmat baginya.
Sebagian perkataan ulama salaf
فعلامات السعادة أن تكون حسنات العبد خلف ظهره وسيئاته نصب عينيه . وعلمات الشقاوة أن يجعل حسناته نصب عينيه وسيئاته خلف ظهره والله المستعان
Maka tanda-tanda kebahagiaan adalah ketika seorang hamba menjadikan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya serasa berada di belakangnya sedang kesalahan-kesalahannya berada di pelupuk matanya.
Adapun tanda-tanda kebinasaan adalah ketika seseorang menjadikan kebaikan-kebaikannya selalu berada di pelupuk matanya, sedang kesalahan-kesalahannya berada di belakanngnya (melupakannya). Wallahul musta'an. (Miftaah Daari as-Sa'adah: 400)
Sahabat, jangan pernah berputus asa dari rahmatnya, dan jangan pernah engkau berbangga diri dengan banyaknya amalan-amalan baikmu. Tetaplah merendah hati, karena sesungguhnya orang-orang yang mulia itu selalu terhiasi dengan kerendahan hati dan jauh dari sifat sombong.
Mari selalu beristighfar.
Semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam surga-Nya dan menjauhkan kita dari neraka-Nya walau sekejap mata.
