JEMBER,
(suarajatimpost.com) - Setelah ramai di media sosial terkait warga
miskin bernama Miskan yang dikabarkan tidur di kamar mandi karena mengalami
penyakit stroke selama 20 tahun, wakil DPRD Jember Ayub Junaidi akhirnya, Senin
(6/03) turun langsung.
Kedatangan Ayub
ke Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, untuk melihat langsung kondisi Miskan
yang memperihatinkan. Saat itu Miskan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
Miskan dikenal
warga bekerja sebagai tukang becak di Surabaya. Namun, sejak mengalami stroke
dan ditinggalkan oleh istrinya, Miskan pindah ke Jember dan tinggal
menumpang di kamar mandi warga.
Sejak saat
itulah seluruh aktifitas Miskan mulai makan tidur dan buang hajat dilakukan di
ruang berukuran 2 x 1,5 meter.
“Mestinya
pejabat publik tidak perlu malu dan sibuk membantah, ketika media memberitakan
kondisi kemiskinan di Jember,” ujar Ayub.
Menurutnya,
seharusnya semua pihak harus bebuat sesuatu dengan bergandengan tangan.
“Justru mestinya
dengan pemberitaan tersebut seluruh pihak terkait bekerjasama untuk
membantu meringankan beban masyarakat yang masih hidup di bawah garis
kemiskinan,” tambahnya.
Menurut Ayub,
pemerintahan sebelumnya sudah dialokasikan anggaran hampir 20 milyar yang
terbagi menjadi 2 pos anggaran sehingga mayoritas masyarakat miskin di
Kabupaten Jember teratasi.
“Sepuluh milyar
teralokasi untuk 75 ribu masyarakat miskin sebagai peserta BPJS kesehatan dan
sepuluh milyar lagi mengcover biaya pengobatan masyarakat miskin lain,”
ujarnya.
Hanya saja,
lanjut Ayub, sudah menjadi tugas pemerintahan saat ini untuk gencar
mensosialisasikan kepada perangkat pemerintah hingga di tingkat bawah.
“Sebab nyatanya
dilapangan masyarakat masih belum paham, bahwa biaya pengobatan masyarakat
miskin sejaka beberapa tahun lalu seluruhnya gratis,” tutupnya.
Sumber: https://www.suarajatimpost.com/read/4978/20170306/221140/tak-miliki-rumah-warga-miskin-jember-tidur-di-kamar-mandi/
