TRENGGALEK - Sebanyak 16 rumah di empat desa Kabupaten Trenggalek, rusak berat dan ringan akibat terjangan material longsor yang meluncur dari lereng bukit.
Kapolsek Bendungan Sukeni, Jumat (25/11/2016) mengatakan, jumlah unit rumah yang rusak maupun berisiko terdampak longsor lanjutan sampai saat ini masih terus didata.
Pasalnya, retakan tanah meluas hingga kisaran dua hektare yang berada di lereng tebing, persis di atas pemukiman warga.
"Sementara tercatat ada empat rumah ambruk atau rusak berat, sisanya 12 rumah rusak ringan dan sedang," kata Sukeni.
Selain Desa Depok yang terdampak paling parah, longsor juga melanda sejumlah titik area pemukiman di Desa Masaran, Sumurub, serta Dompyong.
Guguran tebing yang longsor juga menyebabkan jalur alternatif antar kecamatan di Desa Depok putus total karena tertimbun lumpur bercampur kayu setebal dua meter dan lebar sekitar 10 meter.
"Longsor terjadi sejak Rabu (23/11/2016) dan masih berpotensi terjadi longsor susulan hingga sekarang," katanya.
Asper Perhutani KRPH TrenggalekSutono mengatakan, longsor dipicu hujan deras yang menyebabkan resapan tanah mengalami kejenuhan sehingga menjadi labil dan bergerak.
"Kalau melihat sekitar lokasi longsoran yang rimbun, vegetasi tanaman sangat baik. Jadi penyebabnya bukan karena tanah gundul atau vegetasi rusak, tapi memang curah hujan yang tinggi dan menyebabkan resapan tanah jenuh," katanya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian bencana tersebut.
Namun sekitar 52 warga dari total 17 KK yang ada di satu dusun Desa Depok terdampak longsor saat ini terpaksa diungsikan.
Menurut keterangan Sutono maupun tim Tagana Trenggalek Sumarni, pergerakan tanah di beberapa titik tebing dengan luasan mencapai dua hektare membahayakan keselamatan penduduk yang bermukim di bawahnya.
"Malam ini hampir semua warga yang pemukimannya diidentifikasi terdampak diungsikan di posko pengungsian yang disediakan daerah," ujarnya.
Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2016/11/26/di-trenggalek-tanah-longsor-timbun-belasan-rumah-warga-penyebabnya
