Admin Admin Author
Title: Spesial Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari
Author: Admin
Rating 5 of 5 Des:
  Spesial Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari PROGRAM spesial ini didedikasikan sebagai ras...

 

Spesial Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari


PROGRAM spesial ini didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta’zhim terhadap anak-anak yatim yang orang tuanya gugur saat berjihad fisabilillah. Program dengan misi kemandirian ini digulirkan dengan totalitas karena pendidikan dan masa depan anak-anak yatim syuhada itu adalah tanggungjawab kaum muslimin.

Dengan menyantuni anak-anak yatim syuhada, para dermawan (muhsinin) akan meraih fadilah (keutamaan) yang sangat besar, yaitu berpahala jihad karena mengurusi keluarga mujahidin, sekaligus mendapat jaminan masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari.

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ فَقَدْ غَزَا

“Barangsiapa yang mempersiapkan perbekalan orang yang berjihad fisabilillah maka sungguh ia telah berjihad dan barangsiapa yang menanggung keluarga orang yang berjihad fisabilillah dengan baik (cukup), maka sungguh ia telah berjihad” (HR Bukhari).

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ

Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan pemelihara anak yatim kelak di surga kedudukannya seperti dua jari ini” (HR Bukhari). Rasulullah SAW bersabda demikian sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan merapatkan keduanya.

"...Menyantuni anak yatim adalah kewajiban kaum muslimin yang dijamin dengan surga. Sebaliknya mengabaikan anak yatim divonis sebagai pendusta agama dan diancam dengan azab neraka..."

ANCAMAN BAGI YANG TIDAK PEDULI DENGAN NASIB ANAK YATIM

Menyantuni anak yatim adalah kewajiban kaum muslimin yang dijamin dengan surga bersama Rasulullah SAW. Sebaliknya orang yang mengabaikannya divonis sebagai pendusta agama dan diancam dengan azab neraka.

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”  (Qs. Al-Ma’un 1-3).

“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan”  (Qs. Adh-Dhuha 9-11).

Sangat berdosa bagi kaum muslimin yang mampu, apabila berdiam diri atas kesulitan anak-anak Yatim.

..."Saya menyambut baik dan mendukung program Cinta Yatim Syuhada yang dikelola IDC, dan mengimbau kaum Muslimin untuk menyalurkan infaqnya dalam program ini," ujar Ustadz Ba'asyir...

USTADZ BA’ASYIR DUKUNG PROGRAM CINTA YATIM SYUHADA

Dari balik jeruji besi Nusakambangan, penjara paling angker di Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir selalu memperhatikan nasib anak-anak yatim yang orang tuanya gugur syahid –insya Allah- di medan jihad memperjuangkan tegaknya Syariat Islam. Kepada Relawan IDC yang membezuknya, Ustadz Abu menitipkan wasiat tertulis untuk disebarluaskan kepada kaum Muslimin di luar penjara.

Dalam taushiyah tertulisnya, Ustadz Abu menekankan kewajiban kaum Muslimin untuk membantu, menyantuni dan mengasihi anak yatim dan keluarga mujahidin yang gugur jihad fisabililah.

“Di antara mereka ada yang ditinggal syahid dan anak-anaknya menjadi yatim. Maka lebih wajib lagi bagi kaum muslimin untuk membantu,” ujarnya sembari mengutip hadits Nabi SAW: “Aku dan pemelihara anak yatim kelak di surga kedudukannya seperti dua jari ini.” Rasulullah SAW bersabda demikian sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan merapatkan keduanya” (HR Bukhari).

“Membantu anak yatim yang orang tuanya syahid, insya Allah akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Selain mendapat pahala jihad karena mengurusi keluarga mujahidin, mereka juga mendapat keutamaan masuk surga bersama Rasulullah sedekat dua jari di surga karena berpartisipasi memelihara anak yatim,” jelasnya.

Karenanya, Ustadz Abu menyambut baik mendukung program Cinta Yatim Syuhada yang dikelola oleh Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC).

“Saya menyambut baik dan mendukung program CINTA YATIM SYUHADA DAN MUJAHIDIN yang dikelola Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC), dan mengimbau kaum Muslimin untuk menyalurkan infaqnya dalam program ini,” dukungnya.

Di penghujung wasiatnya, Ustadz Abu mewanti-wanti agar tidak ada anak yatim syuhada yang terlantar maupun tidak terjamin kesejahteraan dan masa depannya. Karena umat Islam akan berdosa bila hal itu terjadi karena adanya sikap acuh tak acuh terhadap yatim syuhada.

“Jangan sampai kita semua berdosa karena ada anak Yatim Syuhada dan Mujahidin yang terlantar akibat ketidakpedulian kita,” pangkasnya.

...Sebesar apapun simpati dan donasi kepada anak yatim, akan dapat memberikan semangat hidup bagi mereka...

REKENING CINTA YATIM SYUHADA

Uluran tangan para donatur (aghniya) tentu sangat berarti, tidak hanya dengan sekedar sikap simpati, tapi perlu adanya tindakan nyata dengan memberi bantuan materi berupa harta benda.

Anak-anak yatim itu harus menjalani kehidupan menuju kedewasaan tanpa didampingi sang ayah yang notabene adalah tulang punggung pencari nafkah, figur orang tua dan panutan dalam keluarga.

Sebesar apapun simpati dan donasi kepada anak yatim, akan dapat memberikan semangat hidup bagi mereka, bahwa kita saudara-saudaranya masih mempunyai kepedulian terhadap mereka.

Penyaluran dana kepada keluarga syuhada disampaikan sesuai kebutuhan dalam bentuk:


  1. Bantuan mukafaah (living cost) rutin setiap bulan.
  2. Bantuan pendidikan (beasiswa) sampai tamat.
  3. Bantuan pelatihan/kursus keterampilan sesuai minat dan bakat.
  4. Bantuan kesehatan dan keperluan darurat.
  5. Bantuan permodalan usaha bagi yang memiliki keterampilan (skill).

Bank Muamalat No.rek:
34.7000.3006
a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center

 

Sekilas Tentang Kami

Advertisement

 
Top