Bekasi - Wakil
Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu mengaku, saat ini masih banyak masyarakat
miskin yang belum terlayani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Rumah
Sakit Swasta setempat. Padahal kata Syaikhu, Pemerintah Kota (Pemkot)
Bekasi yang menanggung biaya bagi pasien miskin yang seharusnya mendapat
pelayanan terbaik di seluruh rumah sakit di Kota Bekasi.
“Bila
fasilitas dan infrastrukur di RSUD penuh, kan dapat dirujuk ke rumas
sakit swasta, dan seterusnya,” kata Syaikhu, disela Gebyar Hari
Kesehatan Nasional (HKS) tingkat Kota Bekasi yang dilaksanakan di
seputar Stadion Chandrabaga, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan Kota
Bekasi, Jawa Barat Minggu (20/11/2016).
“Insyaallah
Pemerintah Kota Bekasi masih sanggup untuk menalangi, membayar bagi
pasien miskin di seluruh Kota Bekasi ini yang mau berobat jalan dan
rawat inap,” tambahnya lagi.
Bahkan
lanjut Syaikhu, selama ini selain Kartu sehat dan SKTM yang di
alokasikan pada RSUD dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, bagi
masyarakat berpenghasilan rendah dibawah UMK, cukup membawa KK dan KTP
untuk mendapat pelayanan kesehatan diwilayah setempat 2017 mendatang.
“Per tanggal 1 Januari 2017, cukup bawa KK dan KTP buat berobat,” ulasnya.
Saya
tambah Syaikhu, berpesan kepada intitusi RSUD, dan seluruh rumah sakit
swasta yang sudah bekerjasama dengan Pemkot Bekasi tidak lagi ada yang
menolak pasien miskin.
“Karena masih banyak keluhan ketika pasien miskin ingin berobat ditolak RS Swasta.” Terang Syaikhu.
Sumber: beritaekspres.com

