LAZIS IDC LAZIS IDC Author
Title: Jika Demokrasi, Pemerintah Indonesia Tidak Berwenang Menindak Suara Rakyat
Author: LAZIS IDC
Rating 5 of 5 Des:
PEMERINTAH INDONESIA TIDAK ADA KAMUS BERWENANG MENINDAK SUARA RAKYAT KETIKA  SISTEM NEGARA INI DEMOKRASI.  Banyak didalam berbagai ...

PEMERINTAH INDONESIA TIDAK ADA KAMUS BERWENANG MENINDAK SUARA RAKYAT KETIKA  SISTEM NEGARA INI DEMOKRASI. 

Banyak didalam berbagai kesempatan Penulis berdialog dengan berbagai kalangan yang mempertanyakan tentang aksi demo  pada perkembangan belakangan ini, menuntut Ahok untuk segera di Adili atas kasus penistaan terhadap Agama. 

Mengingat persoalan tersebut  sudah terlalu lama keadaannya, terlebih Ahok sebagai pejabat publik yang juga tidak terlepas terhadap delik-delik politik kekuasaan  yang dimainkannya, sehingga Umat Islam mayoritas di Indonesia menghendaki untuk menuntut perkara tersebut diadili segera. Sebagaimana kasus tersebut pernah dilakukan sebelumnya yang menjadikan pelaku penistaan Agama harus mendekam dipenjara, tentu  rasa keadilanpun harus sama dirasakan.

Pada konteks ini aksi demonstrasi merupakan murni tuntutan  suara Umat Islam, suara rakyat Indonesia yang hak-hak dalam keyakinan beragama telah di nodai yang pada kesempatan ini penistaan Agama dilakukan oleh seorang pejabat publik  Gubernur DKI yang bernama Ahok.

Melihat fenomena perkembangan yang terjadi, Penulis berasumsi bahwa, Pemerintah Indonesia dan Aparat Negara tidak boleh  menekan apalagi mematikan suara hati nurani rakyat, karena kekuasaan yang sedang dijalankan adalah amanah atau titipan rakyat itulah konsekuensi dari sebuah sistem berdemokrasi.

Bukan mencari pasal dan ayat atau UU untuk membenarkan tindakan pemerintah berserta aparat keamanan untuk kemudian menindak dengan keras para pendemo yang kemudian mencari-cari kesalahan untuk di tahan atau di penjara, sehingga lepas dari masalah  subtansialnya.

Apalagi sampai melakukan  trik-trik  yang bentuknya siasat,  konflik sehingga bisa dinyatakan oleh pemerintah negara dalam keadaan chaos, gawat darurat .  Ini yang sering terjadi dalam sebuah rezim yang berkuasa. Untuk itu Pemerintah Indonesia harus  memahami berdemokrasi secara proporsional dan tidak mengambil tindakan preventif yang bersifat menentang demonstran karena bisa saja dengan move tertentu diadakan menyebabkan demonstran untuk melakukan  anarkis yang akhirnya ada pengalihan Isyu atas demo yang terjadi.

Semoga tulisan ini dpt menjawab dari sekian pertanyaan yang  ada Terkait suara demo dan Demokrasi.

Silahkan di Analisa!

Sebagai catatan  penting, sekiranya dapat pula di kaji tentang asumsi penulis untuk dikritisi: 

"Demokrasi sebagai sistem terburuk kedua setelah otoriter".

Oleh: Amir Institute

Sekilas Tentang Kami

Advertisement

 
Top