Habib Rizieq menegaskan kembali bahwa aksi nanti adalah aksi ibadah dan gelar sajadah.
Selain sajadah, diharap seluruh peserta aksi juga membawa Al-Qur'an karena nanti akan diadakan pembacaan Al-Qur'an bersama, dzikir bersama dan tausiyah2 (bukan orasi seperti pada aksi 411).
Kenapa gelar sajadah dan sholat? Agar tidak terbawa emosi ketika aksi dan tidak mudah terprovokasi.
Karena sebagaimana tuntunan sunnah, jika seseorang emosi dianjurkan berwudhu, jika masih emosi dianjurkan sholat. Jika emosi dalam keadaan berdiri dianjurkan untuk duduk agar reda emosinya. Jika masih emosi dianjurkan berbaring.
Insya Alloh aksi akan super damai karena seluruh peserta aksi akan duduk semua sehingga tidak memberi celah kepada penyusup dan provokator yg akan merusak suasana *aksi super damai 212*.
Belajar dari aksi sebelumnya, terjadi sedikit keributan pada aksi 411 karena peserta aksi saat itu dalam keadaan berdiri.
Insya Alloh aksi 212 tidak ada ribut dan rusuh karena semua peserta duduk di atas sajadah dan berdzikir hingga sore hari.
Kenapa harus di Bundaran HI (Sudirman - Thamrin)? Ya, karena pengalaman aksi I dan II masjid Istiqlal tidak cukup menampung jamaah yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan ribu.
Apalagi di aksi 411, masjid Istiqlal 5 lantai tidak cukup menampung jamaah sholat Jumat. Bahkan jamaah yang berada di dalam masjid pun sholatnya tidak bisa sempurna karena mereka susah untuk sujud.
Ketika keluar pun harus berdesakan karena arus menyempit, sehingga banyak jamaah yang pingsan karena berdesakan termasuk Ust. Abu Jibril. Dan beliau Hb. Rizieq harus menempuh 2 jam dari dalam masjid Istiqlal menuju mobil komando di parkiran. Dari parkiran pun mobil masih sulit keluar karena banyaknya masa aksi 411.
Diusulkan sholat Jumat di Monas, tetapi di Monas ada pagar yang membuat arus masa nanti bisa mengecil ketika keluar usai sholat, potensi berdesakan seperti di Istiqlal.
Akhirnya dipilihlah tempat terbuka tanpa pintu gerbang sehingga nanti arus masa bisa lancar, pengawasan keamanan pun bisa berjalan dengan baik, karena sepanjang jalan Sudirman - Thamrin ada beberapa cctv, bisa juga nanti dengan drone untuk mempermudah memantau keamanan dan ketertiban.
Selain itu, akses Sudirman - Thamrin juga mempermudah bagi ambulan dan tim medis ketika nantinya ada jamaah yang membutuhkan jasa kesehatan. Tim Mer-C dan RS Budi Kemuliaan beserta puluhan dokter dan ambulan siap membantu.
Jika ternyata nanti pemerintah tetap melarang sholat Jumat di Sudirman - Thamrin dan memaksa harus di Istiqlal, maka dari GNPF akan meminta tandatangan pejabat terkait siap bertanggung jawab jika nantinya akan jatuh korban di Istiqlal karena berdesak-desakannya jamaah.
Tim GNPF tidak akan bertanggungjawab jika hal tsb sampai terjadi, karena sejak awal tim GNPF ingin sholat Jumat diadakan di ruang terbuka.
Sumber: http://www.saracennews.com/opini/2016-11-25-aksi-3-super-damai-212-gnpf-mui-
