JAKARTA, Aksi Bela Islam Jilid II yang dilakukan oleh jutaan kaum muslimin yang semula berjalan aman dan tertib seketika berubah menjadi ricuh.
Kekacauan bermula diduga karena mediasi tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh massa. Keinginan massa bertemu langsung dengan presiden Joko Widodo tidak diindahkan. Kericuhan mulai terjadi usai sholat magrib.
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata sejak pukul 18.15 wib. Tembakan gas air mata selanjutnya terjadi bertubi-tubi mulai pukul 19.30 hingga 20.15 wib.
Akibat serangan tembakan gas air mata tersebut, ada puluhan massa terluka dan satu orang meninggal dunia.
Sampai berita ini di turunkan belum diketahui berapa banyak jumlah korban akibah kericuhan ini.


